ZoyaPatel

Tak Hanya Urus Gizi, SPPG Sukosari Lor Rutin Rawat IPAL demi Cegah Pencemaran

Mumbai
SPPG Sukosari Lor

BONDOWOSO, Suaranarasi.id – Menjaga kualitas makanan bagi penerima manfaat tidak cukup hanya dengan memastikan bahan pangan bersih dan bergizi. Pengelolaan limbah dapur juga menjadi bagian penting untuk menjaga sanitasi serta mencegah pencemaran lingkungan.

Komitmen tersebut ditunjukkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukosari Lor, Kecamatan Sukosari, Kabupaten Bondowoso, melalui perawatan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) secara berkala. Pembersihan dilakukan setiap pekan, sementara pengujian rutin dilaksanakan setiap bulan oleh pihak puskesmas.

Teknisi IPAL SPPG Sukosari Lor, Ainul yaqin mengatakan perawatan tidak sekadar menguras tabung dan membersihkan endapan lumpur. Penataan ulang media filter juga menjadi bagian penting agar sistem pengolahan limbah dapur dapat bekerja secara optimal.

“Kalau kita hanya kuras saja tidak cukup. Setelah tabung IPAL dikuras bersih dari lumpur dan sisa limbah, kita lakukan penataan ulang media filternya. Ini penting biar bakteri pengurai tetap hidup dan hasil buangannya tidak mencemari lingkungan,” jelas Yaqin. 

Ia menerangkan, sistem penyaringan IPAL tersebut menggunakan tiga jenis media filter yang memiliki fungsi berbeda. Karbon aktif ditempatkan sebagai media penyerap bau, warna, dan sejumlah senyawa dalam limbah. Selanjutnya, zeolit digunakan untuk membantu menjernihkan air sekaligus menyerap amonia, sedangkan pasir silika berfungsi menyaring partikel halus pada tahap akhir.

Ketiga media tersebut mendukung proses pengolahan air limbah yang berasal dari aktivitas dapur, termasuk pencucian sayuran, wajan, serta peralatan memasak.

“Dengan tiga lapisan ini, air limbah dari pencucian sayur, wajan, dan peralatan masak bisa diolah lebih bersih. Kami pastikan tidak ada bau dan tidak menyumbat,” tambahnya.

Bagi pengelola dapur, perawatan IPAL juga berpengaruh terhadap kelancaran kegiatan produksi sehari-hari. Kepala Dapur SPPG Sukosari Lor, Muhammad Ferdo, mengaku terbantu dengan pemeliharaan rutin tersebut, terutama untuk mengantisipasi saluran tersumbat dan munculnya genangan di area dapur.

“Buat kami di dapur, kelancaran saluran itu nyawa. Dulu sempat khawatir kalau saluran mampet pas jam produksi. Tapi sejak rutin dibersihkan dan filternya ditata ulang pakai karbon aktif, zeolit, sama pasir silika, alhamdulillah lancar terus. Nggak ada bau, nggak ada genangan. Tim juga jadi lebih semangat kerja karena lingkungan dapur bersih,” ujar Ferdo.

Ia juga mengingatkan seluruh tim dapur agar disiplin memilah sampah dan tidak membuang minyak jelantah langsung ke wastafel. Kebiasaan tersebut dinilai penting untuk mengurangi risiko penyumbatan sekaligus membantu menjaga kinerja dan memperpanjang masa pakai instalasi pengolahan limbah.

Pihak SPPG Sukosari Lor menegaskan, pemeliharaan IPAL merupakan bagian dari upaya menjaga standar sanitasi dapur. Dengan perawatan berkala, pengawasan kualitas air limbah, serta kedisiplinan seluruh petugas, pengelolaan limbah diharapkan tetap berjalan optimal dan tidak menimbulkan gangguan bagi lingkungan sekitar.

Upaya ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan pelayanan pemenuhan gizi tidak hanya ditentukan oleh makanan yang disajikan, tetapi juga oleh kebersihan proses produksi dan tanggung jawab dalam mengelola limbah yang dihasilkan.(Don) 
Ahmedabad